Ditinggal dua perkara
Ramadan berakhir tidak memberi pengaruh lebih kepada saya. Tidak ada sedih atau menyesal karena belum maksimal beribadah di bulan ini. Saya tahu kalo akan lebih baik jika saya mampu menyesali atau bahkan meneteskan eluh murni dari hati yang tidak dibuat-buat. Tapi mau gimana lagi? Sebagai orang yang agamanya Islam tapi imannya tipis, saya belum bisa mencapai tingkatan itu.
Meski begitu, hari ini saya tetap sedih lho, cuma sedihnya beda sasaran. Jika di tahun-tahun sebelumnya cuma ditinggal sama satu perkara saja, dan itupun kurang berhasil membuat sedih, sekarang ini bakal ada dua perkara, dan anehnya keduanya itu terbalik. Yang harusnya tidak sedih malah jadi sedih, dan yang harusnya sedih malah gak sedih sama sekali. Salah satunya insyaallah bakal ketemu lagi jika diijinkan sama Allah, sedang satunya lagi...
Mohon maaf semuanya, dan saya minta doanya ya 🙂
Komentar
Posting Komentar