Lebaran Istimewa
Pertama kalinya, bahkan bukan hanya bagi saya, tapi hampir semua penduduk asli Ngantang yang masih hidup sekarang ini juga merasakan menjadi first timer. Ya, pertama kalinya di sini tidak ada solat Id, yang kebetulan kali ini pas gilirannya Hari Raya Idul Adha. Jangankan solat, bahkan gema takbir pun cuma jadi menjadi dongeng indah pengantar tidur. Saya sampai rumah jam delapan malam. Suasananya sepi. Ya walaupun biasanya juga sepi, tapi kali ini lebih beda sepinya. Malam ini setahun yang lalu, memang sudah tidak ada ritual anak-anak kecil membawa lampion sambil berteriak parau menyuarakan takbir, namun sahut-sahutan antar toa mengagungkan naman-Nya masih jelas terdengar. Sedang malam itu, tak ubahnya seperti malam selasa-malam selasa yang lain. "Besok ada solat mak?" tanyaku setelah sempat lewat masjid tidak mendapati satir pemisah antar jamaah putra dan putri terpasang di alun-alun. "Nunggu Pak Bas le, masih ke (kantor) desa." Jadi, keputusan adanya solat atau tid...