Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 4)

Di batas cakrawala, awan gelap sedang berbisik merencanakan sesuatu. Sedang kapal yang lugu tetap saja merayap perlahan, sendiko dawuh pada arahan kapten. Aku kini sedang asik mengutak-atik hp, mengalihkan perhatian sekaligus berusaha cuek pada mendung. Ya memang sih gak ada notifikasi penting yang masuk, tapi karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan, satu-satunya kegiatan yang mungkin ya cuma buka-buka hp. Ahhh, andai saja bawa buku... Beberapa saat kemudian, tengkuk sudah mulai capek, butuh posisi baru biar tidak kebablasan jadi tengeng. Ketika membenahi posisi duduk dan selanjutnya menghadap ke depan, ternyata mendung yang melayang di kejauhan tadi sudah enyah, sirna tak berbekas. Mungkin ini yang namanya perjalanan yang diberkahi. Semakin antusias kali ini ketimbang beberapa saat sebelumnya. Imaji keindahan Pulau Komodo dengan langitnya yang bersih dari mendung, sukses menarikku dari lembah kegundahan. Sayangnya itu tidak berlangsung lama. Waktu melihat-lihat ke sekitar, antusia...

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 3)

Gak terasa tiba-tiba langit menggelap, padahal perasaan baru saja aku istirahat setelah deal berlayar ke Pulau Komodo. Rupanya terlalu lama aku menikmati kasur tingkat yang baru pertama kali kusewa seumur hidup. Jingga masih sedikit semburat di kejauhan, diantar pergi dengan lantunan azan. Dari suara sih harusnya letak masjidnya dekat. Ke masjid dulu ah pikirku, sambil melihat bagaimana transisi hari terjadi di sini. Aku berjalan ke masjid yang memang benar tidak terlalu jauh, hanya dua ratus-an meter. Tampak ekonomi malam mulai menggeliat. Para pedagang mulai bersiap, menggelar lapak masing-masing. Cukup ramai keadaannya, karena wilayah ini sepertinya memang sudah diplot menjadi poros kota dan pusat tourism . *** Begitu usai memanjatkan beberapa harapan, aku beranjak kembali ke penginapan. Kali ini, keramaian malam terah benar-benar siap menyambut siapapun. Beberapa kali tertarik untuk mencoba satu dua panganan, tapi aku urungkan, menunggu nanti setelah isya saja. *** Rundown isya sa...

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 2)

Gambar
Dinginnya pesawat memang paling enak dihilangkan dengan kehangatan air seni. Langsung saja toilet adalah destinasi pertama saya di Labuan Bajo. Tapi, bukannya kelegaan yang didapat, malah bingung yang ada dihadapan saya. Entah kenapa hampir semua toilet dan urinoir disumpal oleh tisu. Mungkin, mungkin lho ya, tapi mungkin apa ya? Saya belum nemuin alasan yang pas buat membenarkan keanehan ini. Sudah menunaikan kebutuhan biologis, saya menghampiri bule sepesawat tadi, karena sesuai rencana, kami akan jalan bareng ke pusat kota Labuan Bajo. "Who's your name sir?" "Dylan" begitu dirinya memperkenalkan diri setelah beberapa kali saya salah tangkap pelafalan namanya jadi -seingat saya- Donald, dan Delon. "And, who's your name?" "My name Ageng sir", begitu saya sebutkan nama, dia kelihatan bingung dan kesulitan mengucapkan nama saya. "Just call me Prime sir, like Optimus Prime. Because my full name is Prima Ageng, and Prima have similiar m...

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 1)

Jika saja aku tidak ikut moshing di Kemayoran dan mendapat tiket pesawat promo, mungkin bisa dipastikan sepanjang liburan semester aku akan tergolek di kasur kontrakan sambil meratap menghadap laptop yang menampilkan daftar lose streak Dota 2-ku yang mencapai 9 game. Tapi di sinilah sekarang aku, ditemani carrier 40 liter di ruang tunggu bandara Juanda, menunggu jadwal boarding pesawat SUB-DPS. Sengaja tidak terlalu lama selang waktu antara tiba di bandara dengan jadwal terbang, biar tidak panjang waktu tunggunya. Tapi bagaimanapun juga tetap sama, lama atau sebentar menunggu itu membosankan. Untung saja ada bapak-bapak umur lima puluhan yang mengajakku ngobrol. Sepertinya sewaktu muda beliau ikut organisasi pecinta alam, karena beliau membuka percakapan dengan menanyakan carrier dan gunung mana yang akan kudaki. Pesawat si bapak take-off lebih dulu, dan tidak berapa lama pengumuman untuk memasuki pesawatku pun digemakan jua. Seperti ketika aku naik pesawat sebelum-sebelumnya, aku mem...