Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 4)
Di batas cakrawala, awan gelap sedang berbisik merencanakan sesuatu. Sedang kapal yang lugu tetap saja merayap perlahan, sendiko dawuh pada arahan kapten. Aku kini sedang asik mengutak-atik hp, mengalihkan perhatian sekaligus berusaha cuek pada mendung. Ya memang sih gak ada notifikasi penting yang masuk, tapi karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan, satu-satunya kegiatan yang mungkin ya cuma buka-buka hp. Ahhh, andai saja bawa buku... Beberapa saat kemudian, tengkuk sudah mulai capek, butuh posisi baru biar tidak kebablasan jadi tengeng. Ketika membenahi posisi duduk dan selanjutnya menghadap ke depan, ternyata mendung yang melayang di kejauhan tadi sudah enyah, sirna tak berbekas. Mungkin ini yang namanya perjalanan yang diberkahi. Semakin antusias kali ini ketimbang beberapa saat sebelumnya. Imaji keindahan Pulau Komodo dengan langitnya yang bersih dari mendung, sukses menarikku dari lembah kegundahan. Sayangnya itu tidak berlangsung lama. Waktu melihat-lihat ke sekitar, antusia...