Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Waskita Sang Martir dan Bedebah Tanpa Pikir

Sudah tujuh hari berlalu sejak terdengar berita seorang pegawai dari instansi yang sama dengan tempat kerja saya berpulang dalam melaksanakan tugas. Tidak seperti biasa, ucapan bela sungkawa datang lebih deras dibanding biasanya. Dan tidak cuma ucapan bela sungkawa template dengan musik sedih dan gambar hitam putih, ada beberapa narasi yang juga ikut dibagikan mengantar berita duka tersebut. Narasi yang beragam dengan satu nada sama, narasi harapan untuk didengarkan dan tidak direndahkan. Harapan yang tidak muluk, tapi menjadi penting untuk lebih disuarakan setelah peristiwa beberapa waktu ke belakang. Keriuhan kabar duka kali ini tidak lepas dari ungkapan seorang pembantu presiden yang menjadi orang tua kami semua. Beliau menyebut tempat kerja kami adalah tempat yang aman untuk melakukan tindak kejahatan. Di saat ramai tudingan dari khalayak umum kinerja kami kurang beres, ungkapan yang tajam seperti itu dari orang yang sudah kami anggap bapak sendiri rasanya seperti terjebak lampu...