Day One

Dulu aku membayangkan akan menangis sedu di hari ini. Setelah penantian lama dan luka berbagai bentuk, akhirnya bisa juga sampai pada tahapan hidup kali ini. Tapi... itu semua cuma angan-angan, jauh sekali kenyataan dengan realitanya. Mari kembali ke linimasa beberapa waktu yang lalu.

Umur yang sudah melewati masa quarter life crisis membuatku merasa tidak perlu merayakan yang terlalu megah. Ada sedikit keinginan memang ketika melihat teman-teman yang dirayakan, tapi syukuran kecil-kecilan sudah cukup menurutku, insyaallah barokah. Setelah aku menanyakan kesediaan mereka menerimaku, maka aku mengajak bapak, ibu, serta Bela untuk berkunjung ke rumahnya. Tak lama kemudian kunjungan pun berbalas, lalu dilanjutkan penentuan hari untuk akad nikah. Itu saja sudah, tidak ada dekor lamaran, fotografer khusus, atau acara semat cincin. Perjanjian semacam gentleman agrrement, omongan tuwo kalo kata orang sini.

Lalu sampailah pada hari ini. Hanya ada Bapak, Ibu, bude dan bulik beserta suami, tetangga yang mengenalkan kami, dan dua orang teman dekat ibu. Bawaan juga tidak banyak, secukupnya dimuat di dalam dua mobil saja beserta penumpangnya. Pertama kali melihatnya yang kurasakan adalah pangling, jauh di atas bayanganku. Ia yang kukenal selama perkenalan tampil biasa saja, menjadi sosok yang sama sekali beda ketika memakai gaun biru. Tidak lama kami menunggu hingga kemudian dari pihak KUA sudah sampai di rumah.

Sewajarnya pengalaman baru, perlu persiapan untukku melafalkan janji atau akad nikah, seingatkku tiga kali percobaan lalu langsung pelaksanaanya. "Saya terima nikah dan kawinnya...." lalu diikuti pertanyaan sah dari oenghulu, dan saksi mengiyakan, Maka sejak hari itu, 9 April 2026 kami menjadi pasangan suami istri.

Kembali ke awal cerita, tidak ada air mata yang keluar dariku, menggenang pun tidak. Memang sempat terdengar isakan dari belakang, tapi aku senyum-senyum sendiri, pun kemudian lebih banyak senyum di ruangan tengah rumah waktu itu. 

Semoga dengan diawali kebahagiaan, kisah kami akan lebih banyak bahagianya kedepan. Kami mohon amin dari siapapun yang membaca ini. 


Komentar