Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

First Timer: Kesasar di Belitung (Part 8)

Belum satu kilo dia meninggalkan Museum Kata Andrea Hirata, tubuhnya terasa tidak beres. Dia menerka-nerka, apa yang salah dengan dirinya. Ia telusuri riwayat makannya mulai pagi hari sebelumnya, semua normal saja. Sampai akhirnya dia berhenti di menu pagi ini. Nihil, tidak ada makanan yang masuk ke perutnya pagi ini, mungkin itulah penyebab dia merasa tidak enak badan. Ya, lapar. Di daerah pedesaan di mana ia berada saat ini biasanya sulit mencari sebuah warung makan, karena  rata-rata orang lebih memilih sarapan di rumah masing-masing. Untungnya bocah yang sedang lapar ini menemukan sebuah rumah makan padang di dekat persawahan. Bangunan semi permanen membuat warung itu tidak meyakinkan sebagai rumah makan padang, kecuali tatanan ikonik piringnya yang bertumpuk. Warung sederhana itu bisa dikatakan rujukan sarapan warga lokal. Banyak yang keluar masuk, membeli sebungkus nasi padang sebagai bekal ataupun menu makan pagi. Ageng memesan menu default,  nasi padang dengan lauk aya...

First Timer: Kesasar di Belitung (Part 7)

Pagi sekali, sebelum solat subuh Ageng sudah mandi. Air bak mandi berwarna kemerahan yang sempat membuat ragu tidak dihiraukannya lagi. Dia sedang bergegas untuk pergi ke Belitung Timur. Kesepakatan berangkat mengunjungi replika SD Muhammadiyah Gantong bersama temannya yang dibahas malam sebelum tidur dengan berat hati dia pupuskan.  Ageng berangkat waktu purnama masih tinggi, meninggalkan teman-temannya yang sedang memetik bunga mimpi. Sesaat sebelum berangkat, si bodoh itu membangunkan salah satu temannya, meminta maaf dan pamit untuk mendahului. Besar kemungkinan momen pamit itu kesempatan tatap muka yang terakhir, karena bersua kembali dengan mereka di masa depan adalah hal yang hampir tidak mungkin.   Waktunya yang tidak banyak tersisa di Belitung memaksanya untuk bertindak tap-tap. Karena terburu-buru, motor yang akan ditungganginya pun tidak sempat merasakan cukup warming up . Sebelum berangkat, dia berusaha memenuhi tangki kendarannya. Untungnya di pagi sebuta itu, ...

First Timer: Kesasar di Belitung (Part 6)

Seputaran asar Ageng sudah berbaring di kasur hostelnya, memanjakan punggungnya setelah lumayan capek berenang dan mengendarai motor. Dia istirahat sambil menunggu pemilik hostel. Ia bermaksud pamit, tidak jadi meneruskan menginap di sana karena akan join penginapan dengan teman barunya. Setelah ketemu ibu pemilik hostel, dia ijin undur diri sekaligus mengembalikan kunci loker dan kunci motor. Si ibu ramah menjawab dan juga mempersilahkan datang kembali jika suatu saat ke Belitung lagi. Tidak berapa lama, dengan menggunakan layanan aplikasi ojek daring dia sudah berada di sekitar Tugu Batu Satam, dalam keadaan bingung. Dia tidak tahu di mana letak penginapan temannya itu, sedangkan mereka tidak dapat dihubungi. Ageng berjalan mondar-mandir, menerka-nerka setiap bangunan yang ada, apakah layak dijadikan penginapan atau tidak. Dia hanya mendapat petunjuk bahwa penginapannya ada di sekitar masjid. Ya memang hanya ada satu masjid di daera...