Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 12)

Gambar
Rijal mengajakku ke penginapannya, katanya sih murah dan sudah ada air hangatnya. Siapa yang gak tertarik coba? Murah, air hangat. Pasti hilang semua pegal yang terkumpul sejak dari Wae Rebo beberapa hari yang lalu. Aku menyetujui ajakan Rijal. Semua peserta LoB keluar pelabuhan dalam waktu yang berdekatan. Kebetulan Lora menuju arah yang sama dengan kami berdua. Yang tadinya jalan santai, sekarang Rijal tiba-tiba mengambil langkah lebar-lebar dan lumayan kencang pergerakannya, aku mau tidak mau mengimbanginya. Sekarang suasananya menjadi seperti dua orang lokal pervert sedang membuntuti perempuan bule. Tinggal tambah logo brazzers di pojok kanan bawah, semuanya bakal punya makna yang sama sekali beda dengan kenyataan. Satu dua kali kami mengajak berbicara Lora, dan dia menjawab sambil semakin mempercepat jalannya, kelihatan sekali dia tidak nyaman kita buntuti. Kemudian Lora sampai lebih dulu di penginapannya, ia melambaikan tangan pada kami. Rijal yang lumayan ambisi sekarang jadi sa...

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 11)

Gambar
Jam biologis membangunkanku jam empat pagi, saat yang lain masih terlelap. Melihat bule tidur seadanya begini menggelitik juga. Bayangan akan kehidupan bule yang borjuis dan penuh kemewahan lenyap, bersama dengkuran mereka yang mengangkasa. Setelah ibadah aku turun ke bawah, pengen ngopi sambil nunggu sunrise. Biasanya sih aku tidur lagi seusai salat, tapi ya masa' jauh-jauh sampai sini rutinitas tetap sama? gak ada nilai tambahnya borrr! Ditemani kopi, aku kembali menyelami hobi melamunku di haluan kapal. Kicau burung perlahan semakin ramai, bergembira menikmati udara yang lagi sejuk-sejuknya. Alam bebas menjadi katalis proses pendinginan wine arabku. Langit kebiruan perlahan dihamparkan Sang Maha Kuasa. Cahaya pagi juga sedikit demi sedikit menyibak detail-detail lansekap sekitar. Semua perpaduan itu menambah nikmat kopi instan, yang rasanya itu-itu aja. Tamu-tamu lain mulai bangun juga, lengkap dengan wajah sembab masing-masing. Pandangan kosong bule-bule itu menyiratkan nyawa ...

Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 10)

Hoaaaahhhh , menguap sambil menggeliat menggenapkan nikmat tidur. Tubuh terasa pegal sekali, efek motoran jarak jauh dan mendaki kemarin baru terasa pagi ini. Sekarang sudah jam setengah enam, dan jam tujuh nanti ada janjian, janjian life on board (LoB) ke Pulau Komodo, yeay!. Maunya sih ambil trip yang sehari aja, biar gak benturan sama sholat Jumat. Tapi karena salah paham sampai aku dan pemilik hostel berdebat cukup pelik, akhirnya terambillah paket dua hari satu malam. Aku mau cari makan dulu, lapar. Biarin belum mandi, paling resikonya cuma digunjing, toh aku gak kenal juga sama yang menggunjing, bodo amat lah. Keluar ke jalan, tengok kanan kiri, ah ada nasi kuning, sepertinya bisa dimakan, daripada nasi goreng kemarin malam yang rasanya adudu sekali. Kubungkus satu, lalu makan di penginapan. Selesai makan dan mandi, kebetulan pemilik hostel datang. Dia memberiku kacamata renang dan selang snorkel, tapi gak ada kaki kataknya. Gakpapa, nanti aku dayung pake kaki sendiri aja. Kem...

Ren...

  (Sebelum mulai, coba lihat video kedua di youtube, hasil pencarian pake keyword "lagu na na na harvest moon". Sudah? Mari Kita mulai...)   Oi... Semoga kamu sehat dan lagi seneng pas baca surat ini, dan saya harap juga surat ini gak ngerusak itu semua hehehe Oh iya Ren, maaf ya kalo aku cuma nulis surat iki, gak langsung ngomong. Soalnya kalo ngomong saya takut bakal banyak yang lupa gak tak sampaikan.   Saya bingung mau mulai dari mana, tapi saya milih ngawali inti surat ini dengan "saya sudah sayang kamu sekitar 15an tahun yang lalu". Wkwkwkwkwk, kaget gak? Tapi sepertinya lebay ya? Masa' sekarang umur 26, berarti 15 tahun lalu umur 11 kan, SD lho iku?! Tapi ya begini lah adanya. Ayo ikut saya, flashback beberapa tahun ke belakang.    Saya suka kamu itu mulai kelas empat-an kalo gak keliru. Dulu waktu SD, saya beberapa kali minta pindah sekolah ke sekolahmu. Kenapa? ya biar bisa sekelas sama kamu, that's it. Cuma saya gak berani terus teran...