Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 12)
Rijal mengajakku ke penginapannya, katanya sih murah dan sudah ada air hangatnya. Siapa yang gak tertarik coba? Murah, air hangat. Pasti hilang semua pegal yang terkumpul sejak dari Wae Rebo beberapa hari yang lalu. Aku menyetujui ajakan Rijal. Semua peserta LoB keluar pelabuhan dalam waktu yang berdekatan. Kebetulan Lora menuju arah yang sama dengan kami berdua. Yang tadinya jalan santai, sekarang Rijal tiba-tiba mengambil langkah lebar-lebar dan lumayan kencang pergerakannya, aku mau tidak mau mengimbanginya. Sekarang suasananya menjadi seperti dua orang lokal pervert sedang membuntuti perempuan bule. Tinggal tambah logo brazzers di pojok kanan bawah, semuanya bakal punya makna yang sama sekali beda dengan kenyataan. Satu dua kali kami mengajak berbicara Lora, dan dia menjawab sambil semakin mempercepat jalannya, kelihatan sekali dia tidak nyaman kita buntuti. Kemudian Lora sampai lebih dulu di penginapannya, ia melambaikan tangan pada kami. Rijal yang lumayan ambisi sekarang jadi sa...