Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

OleOut?

Jadi ceritanya saya mau bikin PC karena saya tim #mendingrakitPC. Semua komponennya sudah ada sesuai spesifikasi yang saya susun, dan saya juga sudah punya perakit PC. Tukang rakit PC ini sebelumnya juga sudah pernah ngoprek PC lama saya yang lemot. Gak tau gimana caranya, tiba-tiba bisa gitu aja dan lancar. Oh iya, spesifikasi yang mau disusun juga sudah dikonsultasikan dengan doi, secara saya gak paham bener komponen-komponen PC. Alhasil di hari yang ditentukan, semua komponen yang dia minta sudah saya belikan, dan dia mulai melakukan perakitan. Satu hari, dua hari, tiga hari, sampai seminggu belum jadi juga, entah sebabnya apa. Temen sudah nyuruh saya ganti tukang aja, ada beberapa rekomendasi yang bagus katanya. Tapi, tukang rakit pilihan sekarang ini kan juga bagus menurut saya, sedang saya malah belum kenal betul sama rekomendasi teman. Bisa jadi salah satu dari mereka bisa merampungkan PC saya, tapi tidak menutup kemungkinan juga nasib PC pretelan itu terkatung lebih lama lagi b...

Cheribon dan Peti Usangnya (Part 3)

Gambar
Lapaaarrr! Dan memang waktunya tepat sesuai itinerary, kami sekarang berburu makanan khas Cirebon, empal gentong. Gak main-main, kami memilih yang paling banyak ulasannya di gmaps. Walaupun tidak dapat dijamin yang terkenal itu pasti enak, tapi memberi garansi kalau hidangannya masih bisa dikunyah dengan nyaman. Letaknya agak di pinggiran kota, tapi dekat sekali dengan exit toll , Empal Gentong H. Apud beruntung kami pilih (sebenarnya kami yang beruntung). Di sepanjang ruas jalan banyak juga bertebaran resto-resto yang menjual panganan serupa, jadi kalaupun di satu tempat sudah terlalu penuh, masih ada pilihan yang lain, asal berani gambling aja. Kami berlima tentu saja memesan empal gentong, ditambah sate kambing sebagai pelengkapnya. Saya sih sudah pernah makan empal gentong waktu nikahannya teman yang asli Cirebon, dan gak terlalu bisa mengapresiasi . Tapi agaknya kali ini mungkin berbeda, secara tampilannya juga tidak mirip sama sekali dengan yang pernah saya icipi....

Cheribon dan Peti Usangnya (Part 2)

Kami kembali melanjutkan perjalanan. Dari peta kelihatan komplek keraton berada di balik sebuah pasar tradisional. Untung saja kami jalan kaki, jadi tidak ribet kalau memang perlu blusukan. Benar saja, kami diarahkan masuk sebuah gang yang agak besar. Di kiri kanan lapak penjual memenuhi jalan aspal yang kelihatan mengarah ke sebuah pohon beringin yang menjulang. Setibanya di ujung aspal, barulah tampak komplek Keraton Kanoman. Tidak seperti di Jogja, di sana seperti kurang terasa kalau tempat itu digunakan sebagai tempat tinggal seorang sultan. Kalau tidak ada papan informasi yang mendetailkan fungsi masing-masing bangunan yang dipagari, bisa jadi orang awam mengira tempat itu cuma joglo dengan sebuah bangunan tugu yang biasa aja, seperti yang ada di kampung-kampung. Saya kurang paham kenapa situasinya seperti ini. Bisa jadi karena ingin menghilangkan kesan ekslusif keluarga ningrat agar semakin dekat dengan rakyat biasa, atau memang karena kurangnya perhatian dari pemer...

Cheribon dan Peti Usangnya (Part 1)

Pengen refreshing setelah penat dengan urusan angka-angka, lima laki-laki tanggung sepakat untuk ke Cirebon, mau short escape ceritanya. Saya, Haryo, Akmal, Mas Mahdi dan juga Mas Bowo memilih kereta ke Cirebon jadwal pagi hari. Seingat saya, jam setengah tujuh masinis sudah melaksanakan semboyan 35. Kami memang sengaja memilih tempat duduk yang berdekatan satu blok, biar gak sepi. Berkas cahaya yang tidak tertahan kaca film mulai menambah terang suasana, deret rumah dan kendaraan yang terhenti palang silih berganti tampil lewat jendela, pramugari kereta baru sekali lewat, membawa aroma pop mi yang entah kenapa selalu lebih enak disantap di perjalanan. Isi kereta masih hiruk pikuk, orang-orang masih beradu keriuhan antar kelompok diskusi, kami berlima tentu saja ikut serta menambah nilai desibel di dalam sana. Apakah kami sudah melakukan persiapan untuk  trip kali ini? Ooo... tentu tidak dong. Makannya sambil menunggu sampai di Cirebon, kami menyusun agenda dan rute yang akan dijal...