Rukun ke-5.1, BerLabuan Bajo Bagi yang Mampu (Part 8)
Di dalam Mbaru Niang, aku melihat empat bule, tiga orang bertampang nusantara, serta satu orang bocah kecil. Kami dipersilahkan masuk oleh bapak-bapak yang mengantar tadi, dan ditunjukkan sisi rumah yang bisa kami inapi malam itu. Tidak ada kamar untuk menginap di Mbaru Niang, kami semua tidur di matras yang diletakkan di sisi terluar rumah, melingkari ruang utama. Yogi dan Adha saling bersebelahan, Akbar menaruh matrasnya di sebelah kanan Adha, terakhir aku yang kebagian berbaring di sisi paling kanan. Baru saja selesai meletakkan bawaan kami, Yogi langsung mengeluh lapar. Ia mencari makanan untuk mengganjal perutnya sementara waktu. Untung aku masih punya roti yang dibeli siang tadi, langsung saja kutawarkan kepadanya, juga ke dua orang lainnya. Alhamdulillah masih bisa berbagi. Sayangnya, roti dirasa Yogi belum juga cukup untuk mengatasi laparnya. Dia lalu bertanya kepada penghuni asli Mbaru Niang, bisakah ia membeli makanan di rumah itu. Bapak yang ditanyai rupanya juga kebing...