Saya & Aku VS 3000 KM (Part 16)
Yang dipikirkan tentang kereta lokal harga sepuluh ribuan ya seperti kereta yang kunaiki waktu kecil, yang masih kusam bin kumal, tempat duduk tegak 90 derajat dengan lapisan kulit sobek-sobek, ditambah penumpang yang semerawut. Nyatanya tidak seperti itu, bahkan sungkan sendiri karena sudah suudzon. Kereta dengan single seat nyaman seperti itu dihargai 30 ribu juga masih banyak peminatnya kurasa. Aku memilih tidur karena tak khawatir salah turun stasiun, tujuanku adalah pemberhentian terakhir. Sampai di Stasiun Tanjung Karang, harus menempuh perjalanan darat lagi untuk mencapai pelabuhan Bakauheni. Dari tanya-tanya ke orang sih bisa ke sana pakai bus, naiknya dari pinggir jalan raya. Dengan membawa bungkusan siomay yang akhirnya tidak habis karena ada gorengan ampelanya, aku menunggu bus yang dimaksud. Beberapa bus yang lewat sengaja tidak aku pilih, entah karena mereka yang terlalu ngebut, atau di dalam sudah terisi penuh, males euy kalo desak-desakan mah . Tatapan kosongk...